You are here: Home » Health » Jual Obat Aborsi : Macam-Macam Kompilasi Sehabis Aborsi

Jual Obat Aborsi : Macam-Macam Kompilasi Sehabis Aborsi

Ketika Anda ingin melakukan aborsi, sebaiknya Anda pahami dulu beberapa gejala pasca aborsi disertai dengan macam-macam kompilasi yang bisa terjadi pasca aborsi dengan menggunakan obat aborsi yang baru Anda beli di toko yang jual obat aborsi. Karena, perlu Anda ketahui bahwa di dalam dunia aborsi ini ada beberapa hal yang bisa membahayakan jiwa dari si pelaku itu sendiri. Karena itulah diperlukan sebuah pemikiran yang matang bila ingin melakukan aborsi.

Gejala Pasca Aborsi yang Wajib Diperhatikan

Berikut ini adalah beberapa gejala dan pertanda pasca aborsi yang harus segera ditangani secara khusus oleh tenaga medis terdekat. Karena bila pertanda ini dibiarkan begitu saja, bisa – bisa Anda akan mengalami kompilasi pasca aborsi yang lebih serius lagi, antara lain:

  1. Mengalami demam tinggi dan menggigil.
  2. Mengalami sakit di area perut, punggung, dan mengalami kram perut.
  3. Perut menjadi terasa lunak ketika ditekan.
  4. Mengalami pendarahan yang terjadi secara berlebihan, bahkan bisa menjurus dengan mengalir lebih deras.
  5. Mengalami bau busuk di area vagina.
  6. Mengalami penundaan menstruasi sampai dengan 6 minggu atau bahkan lebih untuk memulai siklus mens kembali.

Itu tadi hanya sedikit gejala yang kerap dialami oleh para wanita yang melakukan aborsi dari obat aborsi yang dijual oleh toko yang jual obat aborsi secara illegal. Karena itulah, sebelum semuanya terlambat, sebaiknya Anda pahami betul baik – baik obat aborsi yang akan Anda konsumsi, karena nanti dampaknya juga akan buruk ke Anda sendiri.

Macam-Macam Komplikasi Jangka Pendek Pasca Aborsi

jual obat aborsi

Sementara untuk macam – macam komplikasi jangka pendek setelah melakukan aborsi menggunakan obat aborsi dari toko yang jual obat aborsi itu adalah sebagai berikut ini:

Pertama, mengalami infeksi. Ini bisa terjadi karena wanita tersebut ternyata mengalami penyakit seperti gonorea, cervicitis, klamida. Sehingga, kemungkinan untuk mengalami infeksi setelah aborsi itu menjadi cukup besar. Biasanya tanda – tanda seorang wanita yang mengalami infeksi seperti demam, kram perut, pendarahan, dan rasa tidak nyaman di area panggul. Bila Anda mengalaminya, Anda harus segera mencari pertolongan. Karena bisa saja masih ada sisa kehamilan yang tertinggal di dalam perut Anda.

Kedua, bisa mengalami pembekuan darah di area kandungan. Ini biasanya bisa terdeteksi sesudah 5 hari menjalani aborsi. Tanda – tandanya adalah seperti kram dan juga mengalami sakit yang terus – menerus. Dengan pemeriksaan di area rongga panggul inilah akan didapatkan bahwa rahim sedang membesar, tegang, dan lunak, namun tidak mengalami pendarahan. Hal ini bisa terjadi pada seorang wanita yang melakukan aborsi dari toko yang jual obat aborsi illegal.

Ketiga, seorang wanita bisa juga mengalami trauma rahim pasca aborsi. Karena telah terjadi perobekan di area rahim dan juga leher rahim, hal ini membuat rahim menjadi trauma. Sehingga si korban harus menjalani pengangkatan rahim.

Selain beberapa hal tersebut, salah satu kompilasi yang kerap dialami oleh para wanita hamil yang menggunakan obat aborsi dari orang yang jual obat aborsi illegal adalah mengalami pendarahan. Pendarahan tidak normal ini kerap dialami oleh para wanita yang melakukan aborsi, sehingga mereka harus menjalani kuret di bagian rahimnya. Bahkan, karena hal inilah kadang kala wanita tersebut harus melakukan transfuse darah untuk menggantikan darah yang telah hilang tersebut.